Di kampus-kampus di Gunung Scopus, Givat Ram, dan lembaga seni serta pendidikan lainnya, Baitulmaqdis semakin dikenal sebagai kota yang menjadi tempat bagi generasi muda mencari ilmu, pengalaman, dan makna hidup. Namun kehidupan mahasiswa tidak selalu mudah. Ada biaya pendidikan, kebutuhan tempat tinggal, pekerjaan sambilan, dan keinginan untuk memiliki peran sosial yang nyata. Program beasiswa dari pemerintah kota hadir untuk menjembatani dunia akademik dengan kehidupan masyarakat.
20 Juta Shekel dan Ribuan Jam Pengabdian
Pemerintah Kota Baitulmaqdis mengumumkan bahwa pada tahun akademik 2025/26 akan diberikan sekitar 20 juta shekel melalui dana beasiswa kota. Program ini diselenggarakan bekerja sama dengan Mifal HaPais dan Jerusalem Foundation, dan kini menjadi salah satu inisiatif beasiswa kota terbesar di negara tersebut.
Mahasiswa yang terdaftar di institusi pendidikan di Baitulmaqdis dan berpartisipasi dalam program ini akan menerima beasiswa sekitar 10.000 shekel, sebagai imbalan atas 130 jam pengabdian masyarakat. Kegiatan tersebut meliputi pendampingan remaja berisiko, dukungan kepada lansia dan penyintas Holocaust, bantuan di pusat pembelajaran, serta penyelenggaraan kegiatan budaya di lingkungan perkotaan.
Desa Mahasiswa dan Kehidupan Komunitas
Selain beasiswa individu, dana ini juga mendukung pembentukan komunitas “desa mahasiswa” di berbagai lingkungan di Baitulmaqdis. Saat ini terdapat lebih dari 25 desa mahasiswa di 11 wilayah berbeda. Mahasiswa tinggal langsung di tengah masyarakat, terlibat dalam kegiatan sehari-hari, dan berkontribusi pada penguatan komunitas lokal. Model ini bukan hanya solusi tempat tinggal, tetapi strategi jangka panjang untuk membangun ikatan antara generasi muda dan kota.
Wali Kota Baitulmaqdis, Moshe Lion: “Mahasiswa adalah masa depan Baitulmaqdis. Melalui dana beasiswa kota, kami tidak hanya mendukung mereka, tetapi juga menciptakan hubungan nyata antara akademisi dan masyarakat. Program ini membantu kota tumbuh, dan membantu manusia di dalamnya bertumbuh. Kami sangat bangga pada kalian.”


