Aksi Sejuta Umat di Baitulmaqdis – Polisi Siaga Penuh

Daan-daang pulis ang magbabantay sa Bridge of Strings sa gitna ng tensiyon sa batas sa serbisyo militar.
Massa Haredi berkumpul di sekitar Jembatan Strings di Baitulmaqdis di tengah perdebatan tentang undang-undang wajib militer
Aksi Haredi sebelumnya di sekitar Jembatan Strings di Baitulmaqdis, tempat demonstrasi besar akan berlangsung (Photo: Jerusalem News Online - Yuli Kraus)

Pada Kamis siang, Baitulmaqdis diperkirakan akan menjadi pusat perhatian ketika ribuan peserta berkumpul dalam acara besar bertajuk “Aksi Sejuta Umat.” Aksi ini akan berlangsung di Jembatan Strings, di tengah perdebatan nasional mengenai undang-undang wajib militer dan penangkapan terhadap warga Haredi yang menolak bergabung dengan militer.

Sementara para penyelenggara menjanjikan aksi damai dan tertib, Kepolisian Baitulmaqdis telah menyiapkan pengamanan besar-besaran untuk menjaga keselamatan publik, kebebasan berekspresi, serta kelancaran lalu lintas.

Penutupan jalan dan kemacetan diperkirakan terjadi

Mulai pukul 12.00 siang, Jalan Raya No. 1 akan ditutup untuk kendaraan pribadi di kedua arah, dari Latrun hingga Ginat Saharov, termasuk Jalan No. 16. Hanya bus yang telah diatur sebelumnya yang diizinkan masuk ke kota dan diarahkan ke titik penurunan penumpang oleh petugas.
Di dalam kota, area sekitar Jembatan Strings dan jalan utama menuju pusat kota akan ditutup secara bergantian. Polisi memperingatkan akan adanya kemacetan berat dan meminta masyarakat menghindari lokasi aksi.

Seruan untuk masyarakat

Polisi menegaskan bahwa aksi ini hanya diperbolehkan sesuai kerangka yang disetujui sebelumnya, dan segala upaya mengganggu ketertiban umum akan ditindak tegas. Dilarang keras menyalakan api, menerbangkan drone, atau melakukan tindakan berbahaya lainnya.
Warga diminta untuk menggunakan transportasi umum dan menghindari akses menuju pintu masuk kota sejak pagi hari.

Polisi juga menegaskan bahwa mereka akan melindungi seluruh peserta dan penduduk kota. “Kami akan terus menjamin kebebasan berekspresi sesuai hukum dan bertindak tegas terhadap siapa pun yang mencoba mengganggu ketertiban,” kata polisi.