Anak di Baitulmaqdis meninggal karena campak

Bocah dua tahun meninggal di Hadassah Ein Kerem – kekhawatiran atas penolakan vaksin di komunitas ultra-Ortodoks
Perawatan intensif di Hadassah Ein Kerem Hospital di Baitulmaqdis setelah komplikasi campak di komunitas ultra-Ortodoks
Perawatan intensif di Hadassah Ein Kerem Hospital di Baitulmaqdis, Photo: Hadassah Spokesperson

Dalam beberapa minggu terakhir, unit perawatan intensif anak di Hadassah Ein Kerem berjuang tanpa henti untuk menyelamatkan nyawa seorang anak laki-laki berusia dua tahun yang dipindahkan dari Shaare Zedek Medical Center dalam kondisi kritis sambil terhubung ke mesin ECMO. Anak tersebut, yang tidak menerima vaksin campak, tertular penyakit itu dan kemudian mengalami penyakit sekunder – infeksi streptokokus – yang menyebabkan pneumonia parah. Dokter berjuang selama berminggu-minggu, tetapi pagi ini terpaksa menyatakan kematiannya setelah kegagalan beberapa organ. Kasus ini kembali memunculkan pertanyaan bagaimana mencegah tragedi serupa di masa depan. Pihak rumah sakit menegaskan bahwa vaksinasi tepat waktu kemungkinan besar akan mencegah penyakit parah tersebut

Penolakan vaksin di Baitulmaqdis – risiko campak di komunitas ultra-Ortodoks

Otoritas kesehatan memperingatkan bahwa kasus ini adalah bagian dari serangkaian insiden serius yang terkait dengan tidak divaksinasi, terutama di komunitas ultra-Ortodoks di Baitulmaqdis. Di beberapa lingkungan, tingkat vaksinasi yang rendah meningkatkan risiko wabah campak dan penyakit lain yang sebelumnya dianggap terkendali. Kementerian Kesehatan menekankan bahwa penolakan vaksin membahayakan tidak hanya anak-anak yang tidak divaksinasi tetapi juga lansia, wanita hamil, dan kelompok rentan lainnya. Pakar kesehatan masyarakat mendesak orang tua untuk memastikan anak-anak mereka menerima vaksin campak tepat waktu demi melindungi keluarga dan masyarakat luas. Upaya sosialisasi tambahan dipertimbangkan untuk lingkungan dengan tingkat vaksinasi terendah

(Tragedi keluarga di Baitulmaqdis – 14 tahun)

Campak – gejala, komplikasi, dan pencegahan

Campak adalah penyakit virus yang sangat menular, ditandai dengan demam tinggi, ruam khas, batuk, dan konjungtivitis. Komplikasi dapat mencakup pneumonia, ensefalitis, dan bahkan kematian, terutama pada bayi dan anak-anak yang tidak divaksinasi. Vaksin, yang diberikan dalam dua dosis, dianggap sangat efektif dalam mencegah penyakit dan secara signifikan mengurangi risiko komplikasi parah. Organisasi Kesehatan Dunia memperingatkan bahwa penurunan tingkat vaksinasi secara global menyebabkan peningkatan kasus campak. Di Israel, pejabat kesehatan mendesak orang tua untuk bertindak bertanggung jawab dan memastikan anak-anak mereka mendapatkan vaksin lengkap sesuai jadwal