Di Baitulmaqdis, pertemuan keagamaan di dalam sinagoga pada hari suci biasanya menjadi ruang ketenangan dan kebersamaan. Namun pada perayaan Simchat Torah di Ramot, suasana itu berubah seketika. Menurut dakwaan yang diajukan oleh unit penuntutan kepolisian, seorang warga kota masuk ke dalam sinagoga dengan membawa pisau dan alat pemukul logam, lalu menyerang beberapa jamaah.
איים באמצעות סכין ותקף מתפללים בבית כנסת בשכונת רמות בירושלים ונעצר pic.twitter.com/0ueiUz8enl
— jerusalem online (@Jlmonline) October 26, 2025
Insiden tersebut terjadi saat jamuan perayaan sedang berlangsung. Dari hasil penyelidikan, tersangka diduga menjatuhkan botol anggur ke lantai, mengumpat, dan menolak keluar meskipun telah diminta. Ia kemudian kembali dua kali, melakukan kekerasan fisik dan mengeluarkan ancaman.
Sinagoga dan momen kepanikan
Saksi mata mengatakan suasana berubah dari perayaan menjadi ketegangan. Seorang jamaah yang mencoba menuntun tersangka keluar justru menjadi korban pemukulan. Yang lain melihat tersangka mengangkat tangannya ke arah kamera CCTV di luar bangunan, menciptakan rasa takut dan kebingungan di antara yang hadir.
Petugas dari stasiun Lev HaBira tiba dalam waktu singkat dan menangkap tersangka. Pernyataan saksi dan rekaman CCTV menjadi bagian penting dalam penyelidikan.
Dakwaan
Penuntutan mengajukan dakwaan atas tindak kekerasan, ancaman, dan kepemilikan senjata tajam secara ilegal. Permohonan juga diajukan agar tersangka tetap ditahan hingga proses persidangan selesai. Pihak kepolisian menekankan bahwa segala bentuk kekerasan di rumah ibadah dipandang sangat serius dan upaya perlindungan masyarakat akan terus dilakukan.
Rekaman CCTV menunjukkan gerakan tersangka beberapa saat sebelum konfrontasi terjadi.


