Pada awal September 2025, sejumlah tong sampah dan sebuah mobil dibakar di dekat kediaman resmi Perdana Menteri di Baitulmaqdis. Polisi menyatakan kejadian ini diduga bagian dari protes anti-pemerintah. Kebakaran tersebut menyebabkan kerusakan besar dan memaksa penghuni bangunan sekitar dievakuasi. Setelah penyelidikan oleh kantor polisi Moriah, empat tersangka ditangkap, sebagian menggunakan penyamaran, dan dakwaan diperkirakan segera diajukan.
Polisi Moriah – penangkapan tersangka
Penyelidikan dipimpin oleh polisi Moriah di Distrik Yerusalem, dengan bukti dari rekaman CCTV dan saksi mata. Pada 3 September, tersangka pertama – pria berusia 60-an dari Israel tengah – ditangkap setelah terekam kamera sedang menyalakan tong sampah sambil memakai topi dan janggut palsu. Ia terlihat membuang penyamarannya ke semak-semak sebelum melarikan diri, dan berhasil ditangkap beberapa jam kemudian.
Dalam beberapa hari berikutnya, tiga tersangka lain juga ditangkap – satu dari Herzliya serta dua pria berusia 50-an dari Tel Aviv dan Hof Ashkelon. Pengadilan berulang kali memperpanjang masa tahanan mereka. Menurut polisi, keempatnya bertindak secara rahasia dan terkoordinasi, menyerupai kelompok terorganisir yang telah melampaui batas protes sah dan berubah menjadi tindak kriminal.
Arson dekat rumah PM di Baitulmaqdis
Api menyala hanya beberapa langkah dari rumah PM di Rehavia – lokasi yang sarat simbolisme politik. Polisi menegaskan tindakan tersebut dilakukan dengan dalih protes, namun “ini bukan protes, melainkan kejahatan.” Mobil pribadi hangus total, dan keluarga terpaksa dievakuasi dari apartemen sekitar karena asap pekat. Salah satu tersangka hampir terluka ketika api menyebar dengan cepat.
Saksi mata menggambarkan kedatangan cepat tim pemadam kebakaran, polisi, dan paramedis yang berusaha menghentikan api dan mencegah korban. Warga sekitar melaporkan rasa takut: “Ini bukan lagi politik, ini ancaman bagi kehidupan.”
Pengadilan memperpanjang masa penahanan tersangka untuk memberi waktu kepada jaksa menyiapkan dakwaan. Identitas mereka tetap dilarang dipublikasikan, tetapi kedekatan insiden dengan rumah PM di Baitulmaqdis menjadikannya isu besar dalam perdebatan publik.


