Bau itu datang lebih dulu daripada ceritanya. Pada Kamis lalu, pada siang hari, dalam kegiatan rutin di pos pemeriksaan A-Za’im, yang terletak di sebelah timur Baitulmaqdis dan berdekatan dengan jalur masuk utama ke kota dari arah Ma’ale Adumim, sebuah kendaraan komersial berhenti untuk pemeriksaan dan pada awalnya tidak tampak mencurigakan. Namun ada sesuatu yang berbeda di udara. Bau yang kuat dan tidak biasa segera menarik perhatian petugas di lokasi. Dalam hitungan menit, pemeriksaan rutin berubah menjadi kecurigaan serius, dan kecurigaan itu mengarah pada temuan berskala besar.
Ketika bagasi kendaraan dibuka, metode penyamaran menjadi jelas. Kotak-kotak kardus berisi handuk ditata rapi, seolah dimaksudkan untuk menciptakan kesan biasa dan mengalihkan perhatian pemeriksa. Di bawah lapisan sehari-hari itu, petugas menemukan puluhan karung besar berisi bahan yang diduga narkoba, dengan berat total mencapai ratusan kilogram. Apa yang tampak sebagai kendaraan pengiriman biasa dengan cepat terungkap sebagai bagian dari upaya penyelundupan yang signifikan.
Bagaimana bau di pos pemeriksaan A-Za’im mengarah pada penyitaan narkoba dalam jumlah besar?
Bukan teknologi canggih atau informasi intelijen sebelumnya yang menghentikan pengiriman tersebut, melainkan indera penciuman manusia. Bau yang tidak lazim mendorong petugas memindahkan kendaraan ke jalur pemeriksaan mendalam dan melakukan penggeledahan menyeluruh. Kewaspadaan di lapangan, pengalaman, serta koordinasi cepat antara pasukan polisi perbatasan, unit penyeberangan, dan penyidik dari Kepolisian Distrik Baitulmaqdis bertemu dalam satu momen yang menentukan. Pengemudi kendaraan, seorang pria berusia 68 tahun dari Rishon LeZion, ditangkap di tempat dan dibawa untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dari Kepolisian Distrik Baitulmaqdis disampaikan: “Kewaspadaan petugas, profesionalisme, dan kegiatan gabungan di pos pemeriksaan berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba yang signifikan, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk memerangi kejahatan serius dan menjaga keselamatan publik.”
Bahan yang diduga narkoba tersebut, yang dibagi ke dalam 48 karung besar, dipindahkan untuk pemeriksaan laboratorium, dan upaya penyelundupan dihentikan sebelum dapat melanjutkan perjalanannya.


