Di koridor timur laut Baitulmaqdis, suasana yang tampak tenang dapat berubah menjadi tegang dalam hitungan menit. Sabtu malam di dekat desa Mukhmas, bentrokan terjadi antara sejumlah pemukim dan warga Palestina, menyebabkan beberapa orang mengalami luka ringan. Tak lama kemudian, dilaporkan bahwa empat bangunan di sebuah permukiman Badui terdekat dibakar. Polisi dan pemadam kebakaran tiba di lokasi, dan petugas dari markas Binyamin menahan seorang pria bertopeng yang terlihat keluar dari salah satu bangunan yang terbakar. Penyelidikan masih berlangsung.
Koridor Rawan di Luar Baitulmaqdis
Wilayah antara Baitulmaqdis dan gurun Yudea merupakan paduan pemukiman Israel, desa-desa Palestina, dan lahan penggembalaan yang saling berdekatan. Jalan-jalan kecil dan lembah sempit menghubungkan semua itu, menciptakan ruang yang berbagi namun penuh ketidakpastian batas. Banyak insiden di sini berakhir tanpa eskalasi, tetapi masing-masing selalu mengandung potensi meningkat.
Pembakaran bangunan, bersama dengan korban luka dan penahanan tersangka di tempat kejadian, kembali menimbulkan kekhawatiran mengenai kestabilan kawasan tersebut.
Mukhmas: Akar Sejarah dan Ketegangan Masa Kini
Mukhmas adalah desa Palestina di wilayah administratif Baitulmaqdis, dengan kaitan sejarah pada situs kuno Michmash yang disebut dalam sumber-sumber keagamaan. Sisa-sisa arkeologis dari Periode Bait Suci Kedua, era Bizantium, dan masa awal Islam ditemukan di sekitarnya. Saat ini desa tersebut dihuni sekitar 1.000 hingga 1.500 penduduk. Kedekatannya dengan Baitulmaqdis dan komunitas Israel di Ma’ale Mikhmas serta Migron menempatkannya dalam lanskap sosial-politik yang saling tumpang tindih.
Polisi: Proses Hukum Akan Dilanjutkan
Polisi Binyamin menyatakan bahwa penyelidikan sedang berlangsung, dengan pengumpulan bukti dan wawancara saksi masih dilakukan. Pihak kepolisian menegaskan akan mengambil langkah hukum terhadap siapa pun yang terbukti terlibat dalam pembakaran atau meningkatkan ketegangan di wilayah tersebut.


