namun bermakna. Sebuah inisiatif yang dimulai oleh seorang perempuan asal Baitulmaqdis yang berhasil sembuh dari kanker payudara kini berkembang menjadi gerakan publik yang bertujuan mengubah perilaku dan mendorong deteksi dini. Jalan sehat akan dimulai pukul 08.30 dari area parkir Taman Rel Lama dan berlanjut menuju Kolam Renang Baitulmaqdis, tetapi gagasan ini telah lahir jauh sebelum langkah pertama.
Perjalanan pribadi yang menjadi ajakan bersama
Sh adalah perempuan dari Baitulmaqdis yang pernah menghadapi penyakit ini dan kini menjadi sumber inspirasi acara. Ia bercerita bahwa ia rutin melakukan pemeriksaan bahkan sebelum usia 40 tahun tanpa merasa ada gejala. Ia menjelaskan bahwa ada jenis tumor yang tidak terdeteksi lewat rabaan dan bahwa ia bertemu banyak perempuan yang baru mengetahui penyakitnya saat sudah terlambat. Baginya, jika satu perempuan saja dapat mengetahui lebih awal berkat acara ini maka tujuan sudah tercapai.
Saat teman temannya ingin membuat acara syukuran, ia justru meminta agar kota dihiasi dengan warna merah muda. Dari permintaan itu lahirlah langkah yang menggabungkan sisi emosional dan kebutuhan medis. Setiap tahun sekitar 5.500 perempuan di Israel terdiagnosis kanker payudara namun lebih dari 90 persen dapat sembuh jika diketahui sejak dini. Pesannya jelas: berhenti sejenak, periksa diri, dan jangan menunggu penyakit berkembang.
Kegiatan ini diselenggarakan bersama Pemerintah Kota Baitulmaqdis, Divisi Olahraga dan Departemen Pemberdayaan Perempuan. Selain jalan sehat akan hadir pelatih kebugaran, pendamping pengembangan diri dan tenaga medis. Di lokasi akan tersedia stan informasi, musik dari DJ, hidangan ringan dan berbagai aktivitas lain. Perempuan berusia di atas 25 tahun dapat mengisi formulir penilaian risiko dan menindaklanjutinya dengan dokter.
(Usai hiburan malam – jam berbahaya di Baitulmaqdis)
Baitulmaqdis mengangkat isu kanker payudara ke ruang publik
Ariela Rejwan, Direktur Jenderal Pemerintah Kota Baitulmaqdis, menyampaikan:
“Acara Baitulmaqdis Merah Muda lebih dari sekadar kegiatan ini adalah ajakan bagi perempuan di kota ini dan di luar sana untuk bertanggung jawab atas kesehatan mereka dan memulai pemeriksaan dini. Semua diundang ibu ibu, anak perempuan, saudara perempuan, sahabat dan tetangga datang berjalan dan memilih hidup.”
Aspek kemanusiaan dari inisiatif ini tidak tenggelam dalam angka. Perempuan yang pernah menjalani pengobatan, berbicara dengan keluarga mereka dan menghadapi beban fisik dan emosional menjadikan acara ini sebagai panggilan untuk bertindak. Di kota yang telah mengalami banyak bentuk perjuangan, pertempuran yang senyap ini kini dibawa ke ruang terbuka.
Apa yang dimulai dengan warna merah muda dapat berujung pada penyelamatan nyawa. Bagi banyak orang, ini bukan sekadar jalan sehat tetapi pengingat bahwa deteksi dini bisa menjadi pembeda antara krisis pribadi dan harapan baru.


