Bentrok di Damascus Gate – Lapak Ilegal Dibongkar

Usai salat Al-Aqsa, petugas membongkar lapak buah ilegal di Kota Tua Baitulmaqdis – video bentrokan
Bentrokan antara petugas dan pedagang saat pembongkaran lapak ilegal di Damascus Gate, Baitulmaqdis
Bentrokan antara petugas dan pedagang saat pembongkaran lapak buah dan sayur tanpa izin di Damascus Gate, Baitulmaqdis

Tim gabungan dari petugas Kota Baitulmaqdis dan polisi Distrik Baitulmaqdis melakukan operasi pada Jumat siang di dekat Damascus Gate di Kota Tua, untuk membongkar lapak buah dan sayur yang tidak berizin. Selama operasi, terjadi bentrokan antara para pedagang yang dagangannya disita dan petugas penegak aturan. Salah satu pedagang ditahan untuk diperiksa.

Pembongkaran lapak ilegal di Damascus Gate

Petugas dan polisi tiba beberapa saat setelah salat Jumat di Masjid Al-Aqsa, ketika ribuan jamaah keluar dari area Al-Aqsa menuju Damascus Gate. Petugas menggunakan kendaraan listrik kecil untuk mengangkut kotak-kotak barang yang disita di depan para pejalan kaki yang menyaksikan. Bentrokan terjadi dengan dorong-dorongan dan situasi kacau. Seorang pedagang ditangkap oleh Polisi Perbatasan untuk diperiksa.

 

Klaim “Yahudisasi Baitulmaqdis” di jejaring Palestina

Beberapa minggu terakhir pada Oktober–November 2025, otoritas melakukan pembongkaran lapak dan area jual beli ilegal di sekitar Damascus Gate. Operasi sebelumnya dilakukan di sisi lain jalan, namun pada Jumat lalu berlangsung tepat di samping gerbang.

Operasi ini mendapat perhatian luas di media Palestina dan jejaring sosial, dan digambarkan sebagai bagian dari “kebijakan pendudukan yang bertujuan men-Yahudisasi Baitulmaqdis” serta mengurangi kehadiran warga Palestina di ruang publik. Sumber Palestina menegaskan bahwa lapak-lapak itu merupakan tradisi perdagangan lama, dan pembongkaran merugikan ratusan pedagang kecil dari kota dan desa sekitar.

Sengketa soal perdagangan jalanan tradisional

Damascus Gate adalah pintu masuk bersejarah ke kawasan Muslim di Kota Tua Baitulmaqdis, dan telah menjadi pusat perdagangan ramai selama berabad-abad. Para pedagang, termasuk banyak perempuan dari kota sekitar, memasang lapak sementara untuk menjual buah, sayur, pakaian, dan kebutuhan harian, terutama setiap Jumat dan selama Ramadan. Kota Baitulmaqdis menyebut lapak ini ilegal karena tidak memiliki izin, dan melakukan penertiban berkala untuk menata ruang publik. Organisasi Palestina menyebut langkah tersebut sebagai “penindasan” dan upaya menghapus warisan budaya.

Dalam beberapa minggu terakhir, terjadi protes kecil di dekat gerbang, dengan slogan menolak “pendudukan” dan seruan melindungi pasar tradisional. Lembaga seperti Waqf memperingatkan bahwa penertiban berlanjut dapat memicu ketegangan baru, seperti peristiwa 2021 di Damascus Gate. Tidak ada kekerasan besar yang dilaporkan, namun para pedagang berjanji melanjutkan langkah hukum melawan pembongkaran.