Dalam beberapa minggu terakhir, suasana yang mengganggu mulai terasa di Baitulmaqdis ketika nama Beit Safafa disebut. Wilayah yang dulu dikenal tenang dan pernah melahirkan pemain sepak bola kota kini terasa berbeda. Beberapa pengemudi yang tanpa sengaja memasuki kawasan tersebut mengaku merasakan ketegangan, tatapan tajam dan perubahan suasana yang sulit diabaikan. Peristiwa keamanan terbaru hanya memperkuat perasaan bahwa sesuatu telah bergerak di bawah permukaan.
Apakah berkendara melalui Beit Safafa kini berisiko bagi warga Baitulmaqdis?
Laporan pengemudi meningkat, terutama dari mereka yang tidak berniat memasuki gang sempit Beit Safafa namun tiba-tiba menemukan diri mereka di dalamnya. Banyak yang menggambarkan rasa waspada mendadak dan ketidaknyamanan. Di tengah perubahan suasana itu, warga Baitulmaqdis mulai bertanya apakah jalur yang dulu menjadi jalan pintas kini berubah menjadi rute yang dihindari, bahkan pada siang hari.
Apakah berjalan di jalur Taman Rel dekat Beit Safafa tidak lagi aman?
Jalur Taman Rel, yang biasanya menjadi rute santai untuk berjalan atau bersepeda, kini terasa berbeda pada bagian yang berdekatan dengan Beit Safafa. Beberapa warga merasakan tatapan mengawasi, langkah hati-hati dan perubahan suasana yang membuat mereka lebih waspada. Ketika laporan penyelidikan keamanan muncul, kekhawatiran itu semakin menguat.
Menurut penyelidikan gabungan polisi Baitulmaqdis dan keamanan, empat pemuda dari Beit Safafa mengonsumsi konten ISIS secara daring, termasuk video kekerasan dan materi doktrinal. Mereka kemudian melangkah lebih jauh dengan membeli perlengkapan militer, peralatan senjata dan sebuah pistol. Salah satu tersangka menyatakan bahwa senjata itu disiapkan untuk apa yang ia sebut sebagai “perang besar” melawan orang Yahudi atau siapa pun yang bukan Muslim. Ungkapan ini mengejutkan penyelidik dan menimbulkan pertanyaan mendalam tentang proses radikalisasi di lingkungan tersebut.
Dalam penggeledahan di rumah salah satu tersangka, ditemukan pistol yang disembunyikan di dalam kandang ayam beserta perlengkapan lain. Lokasi penyembunyian tersebut menjadi tanda bahwa perubahan nyata sedang terjadi di dalam komunitas yang selama ini terhubung langsung dengan kehidupan sehari-hari di Baitulmaqdis. Dua tersangka diperkirakan akan didakwa, sementara penyelidikan terhadap dua lainnya masih berlangsung.
Baitulmaqdis, kota yang terbiasa membaca tanda sejak dini, merasakan bahwa perubahan yang terjadi di Beit Safafa bukan sekadar kasus tunggal. Ketika pengemudi melapor ketakutan, pejalan kaki di Taman Rel merasa waspada dan pihak keamanan menemukan motif ekstrem di kawasan permukiman campuran, muncul kekhawatiran yang lebih luas. Bagi banyak warga, tanda-tandanya sudah mulai terlihat.


