Ibu kota narkoba Baitulmaqdis? Dokumen gerebek Silwan

Penggerebekan polisi di Silwan menemukan caravan dengan ratusan pil ekstasi dan narkoba lainnya
Polisi menggerebek Silwan di Yerusalem Timur dan menemukan caravan berisi narkoba serta uang tunai
Penggerebekan polisi di Silwan, narkoba dan kendaraan disita untuk penyitaan (Photo: Israel Police)

Di lingkungan Silwan, Yerusalem Timur, minggu ini digelar penggerebekan besar yang menimbulkan pertanyaan serius: apakah kawasan itu berubah menjadi “ibu kota narkoba” Baitulmaqdis? Polisi Distrik Baitulmaqdis bersama Pasukan Perbatasan dan aparat kota masuk ke dalam caravan yang dijadikan tempat persembunyian, dan menemukan sejumlah besar narkoba berbahaya serta uang tunai

Penggerebekan Silwan: caravan penuh narkoba dan uang tunai

Dalam penggeledahan, polisi menemukan tempat persembunyian darurat di dalam caravan. Barang bukti narkoba dalam jumlah besar disita, termasuk satu kilogram ganja, lebih dari setengah kilogram hasis, kokain, dan ratusan pil ekstasi. Uang tunai dalam jumlah besar juga ditemukan. Setelah operasi, caravan tersebut dihancurkan di lokasi

Ratusan pil ekstasi, warga Hebron ditangkap

Seorang warga Palestina dari Hebron, yang berada di Israel tanpa izin resmi, ditangkap karena dicurigai terlibat dalam perdagangan narkoba. Ia dibawa ke kantor polisi Shalem untuk diperiksa, dan besok dijadwalkan menghadiri sidang perpanjangan penahanan. Selain itu, empat kendaraan disita untuk proses penyitaan, dan pihak kota juga menyita beberapa kuda yang kemudian dipindahkan ke layanan veteriner

(Bomber bus di Baitulmaqdis kembali ditangkap)

Perjuangan melawan narkoba di Baitulmaqdis terus berlanjut

Dalam konteks ini, polisi menegaskan bahwa pusat layanan bersama di kawasan Yerusalem Timur akan terus beroperasi, baik melalui pendekatan komunitas maupun penegakan hukum tegas. Menurut polisi, perang melawan perdagangan narkoba di Baitulmaqdis adalah bagian dari kampanye berkelanjutan untuk mengejar para pedagang, menghancurkan infrastruktur kriminal, dan membawa tersangka ke pengadilan. Operasi Silwan, yang juga didukung oleh Pasukan Perbatasan dan unit anjing pelacak, dipandang sebagai langkah tambahan untuk memperkuat keamanan publik di kota