Seorang pria Palestina berusia 28 tahun ditembak setelah tengah malam dalam sebuah kejaran polisi di lingkungan Silwan, Yerusalem Timur. Ia dibawa ke Rumah Sakit Hadassah Mount Scopus dalam kondisi serius setelah diduga mengarahkan pistol ke petugas. Polisi mengatakan mereka mencurigai mobil yang ditumpanginya, memerintahkannya berhenti, tetapi ia menolak dan mencoba melarikan diri. Insiden ini sedang diselidiki, dengan polisi menyebut latar belakang kriminal.
Identitas Tersangka – Mahmoud al-Farouk
Menurut sumber Palestina, tersangka adalah Mahmoud al-Farouk. Ayahnya mengatakan ia terkena lima peluru – empat di kaki dan satu di punggung. Sumber menambahkan bahwa insiden itu terjadi di area Wadi Hilweh, Silwan, sekitar pukul 2 dini hari. Laporan menyebut al-Farouk berada di mobil bersama teman-temannya ketika mereka menimbulkan kecurigaan polisi. Ia keluar dari mobil dan berlari, memicu kejaran. Warga setempat yang keluar setelah mendengar tembakan mengatakan mereka menemukan al-Farouk terbaring terluka di tanah sebelum diusir oleh polisi. Ayahnya menambahkan bahwa penahanannya diperpanjang 10 hari sementara ia tetap dirawat di rumah sakit.
(Mandi dan Mengambil Baju – Penyusup di Baitulmaqdis)
Tanggapan Polisi atas Kejaran di Silwan
Dalam pernyataannya, polisi mengatakan: “Petugas Distrik Yerusalem menetralkan seorang tersangka yang mengacungkan pistol ke arah mereka saat mencoba melarikan diri. Sebelumnya, mobil yang ia tumpangi di Yerusalem Timur dicurigai membawa senjata. Tersangka menolak berhenti ketika diperintahkan oleh petugas pos Shalem dan mencoba kabur saat polisi mengejarnya.”
Pernyataan itu melanjutkan: “Pada satu titik di Silwan, tersangka keluar dari mobil dan berlari. Polisi melepaskan tembakan peringatan ke udara. Ketika tersangka berbalik sambil memegang senjata, mereka menembaknya untuk menetralkan ancaman.”
Polisi menambahkan bahwa tersangka dibawa dalam kondisi serius untuk perawatan medis. Senjata itu disita di lokasi dan penyelidikan masih berlangsung.


