Malam turun di Beit Shemesh dan di jalan menuju Baitulmaqdis, tetapi di dalam sebuah apartemen pertengkaran kecil berubah menjadi tindakan kekerasan. Anak itu menonton video di ponselnya, volumenya naik, dan sang ayah kehilangan kendali. Dalam hitungan detik, ketegangan berubah menjadi aksi keras ketika kipas diambil dan dilemparkan ke arah anak berusia 12 tahun itu.
Anak tersebut dibawa dengan ambulans ke rumah sakit di Baitulmaqdis. Petugas medis menyatakan bahwa ia sadar namun merasakan sakit dan terlihat sangat terguncang.
Kekerasan keluarga – bagaimana perselisihan berubah?
Menurut temuan awal, suara ponsel yang keras memicu pertengkaran. Sang ayah lalu mengangkat kipas dan melemparkannya dari jarak dekat. Benturan di kepala cukup serius hingga membutuhkan evakuasi cepat menuju Baitulmaqdis.
Anak terluka – apa yang ditemukan di lokasi?
Kipas tersebut mengenai bagian atas kepala anak. Di kamar terlihat penutup depan kipas terlepas di lantai dekat tempat tidur, bersama beberapa barang yang jatuh akibat insiden itu. Anak distabilkan terlebih dahulu dan kemudian dibawa untuk pemeriksaan lanjutan di rumah sakit.
Saat anak dirawat di Baitulmaqdis, petugas Kepolisian Distrik Baitulmaqdis tiba di apartemen di Beit Shemesh, menangkap ayahnya, dan membawanya untuk diperiksa. Ia dijadwalkan dibawa ke pengadilan untuk sidang perpanjangan penahanan.
Dari Kepolisian Distrik Baitulmaqdis disampaikan: “Polisi Israel memandang setiap bentuk kekerasan dengan sangat serius, terutama kekerasan dalam keluarga terhadap anak di bawah umur dan individu yang rentan, dan kami akan terus bekerja untuk menghadirkan semua pihak yang terlibat ke hadapan hukum.”


