Kasus ini menarik perhatian para penyidik bukan karena kekerasan atau pencurian barang berharga, tetapi karena keberanian pelakunya yang tidak biasa. Seorang pria berusia lebih dari 60 tahun memasuki sebuah apartemen di Baitulmaqdis dan bertindak seakan-akan ia tinggal di sana, sementara para penghuni berada di dalam rumah tanpa menyadari kehadirannya.
Setelah berhasil masuk, pria tersebut menggunakan kamar mandi dan kemudian mandi dengan tenang, tanpa rasa terburu-buru atau usaha untuk bersembunyi. Ia terus melangkah ke ruang-ruang lain di dalam rumah seolah tempat itu miliknya sendiri.
Pembobolan apartemen di Baitulmaqdis
Menurut dakwaan yang diajukan oleh unit penuntutan di Distrik Baitulmaqdis, insiden terjadi di kawasan Kiryat Moshe. Keluarga pemilik rumah berada di dalam apartemen saat pria itu masuk tanpa sepengetahuan mereka. Ia tidak mencari uang atau barang elektronik, tetapi justru memanfaatkan fasilitas rumah tersebut secara bebas.
Para penyidik mencatat bahwa tindakannya tidak tampak sebagai reaksi panik atau keinginan melarikan diri, melainkan sebagai perilaku yang menunjukkan pengabaian terhadap privasi dan batas rumah tangga.
Kemeja dan kamar tidur
Setelah mandi, pelaku masuk ke kamar seorang anak perempuan yang sedang terjaga di tempat tidurnya. Ia membuka lemari pakaian dan mengambil sebuah kemeja khusus yang disiapkan untuk acara “beret march” anggota keluarga mereka. Begitu sang anak menyadari ada orang asing di kamarnya, ia berteriak memanggil ayahnya, dan pelaku pun melarikan diri sambil membawa kemeja tersebut.
Petugas dari Kepolisian Sektor Moria segera mendatangi lokasi dan melakukan pencarian di sekitar area. Pelaku ditemukan tidak jauh dari tempat kejadian dengan kemeja itu masih berada di tangannya. Ia langsung ditangkap dan dibawa untuk diperiksa.
Dakwaan dan penahanan
Setelah penangkapannya, pria itu dihadapkan ke pengadilan dan masa tahanannya diperpanjang. Ia didakwa atas tindak pembobolan dan pencurian, dan permohonan penahanan hingga proses hukum selesai telah diajukan. Menurut otoritas hukum, masuk ke kamar anak di bawah umur dan menggunakan rumah orang lain secara bebas membuat insiden ini jauh lebih serius dibandingkan kasus pencurian biasa.
(Cemburu dan Alkohol: Kekerasan Bar Dekat Yerusalem)
Pelanggaran privasi yang menyisakan dampak
Walaupun tidak ada kekerasan fisik, kesadaran bahwa seorang asing telah memasuki rumah, menggunakan kamar mandi, mandi, berjalan di dalam kamar tidur dan mengambil pakaian dari lemari seorang anak, meninggalkan rasa tidak aman yang sulit hilang. Rasa terusik itu bisa bertahan lama, bahkan setelah pelaku telah ditahan.


