Mengemudi di Terowongan Ini? Bahaya di Baitulmaqdis

Kecelakaan maut menewaskan anak 12 tahun ungkap bahaya Terowongan Naomi Shemer Baitulmaqdis – sering disalahartikan jalan raya antar kota
Kecelakaan maut di Terowongan Naomi Shemer Baitulmaqdis dengan tim penyelamat MDA di lokasi
Lokasi kecelakaan maut di dalam Terowongan Naomi Shemer Baitulmaqdis (Photo: MDA operational documentation)

Akhir pekan di Baitulmaqdis berakhir dengan tragedi: seorang anak berusia 12 tahun meninggal dalam kecelakaan serius di dalam Terowongan Naomi Shemer, seorang gadis 15 tahun mengalami luka sedang, dan dua orang lainnya terluka ringan. Paramedis MDA berusaha menyelamatkan nyawanya, namun kematian anak itu dinyatakan di Rumah Sakit Hadassah Gunung Scopus. Peristiwa ini kembali menimbulkan pertanyaan penting: bagaimana seharusnya pengemudi menghadapi terowongan ini, yang sekilas tampak seperti jalan biasa namun menyimpan risiko berbahaya.

Ilusi Jalan Raya di Baitulmaqdis

Terowongan Naomi Shemer dibangun sebagai jalur utama yang menghubungkan Baitulmaqdis dengan Ma’ale Adumim, dan menjadi salah satu terowongan tersibuk di kota. Bagi banyak pengemudi, jalur yang lebar dan arus lalu lintas yang lancar menciptakan kesan jalan raya antar kota yang aman. Namun kesan itu menipu: di ruang panjang yang tertutup, perubahan kecil dalam visibilitas, kecepatan, atau konsentrasi dapat segera berubah menjadi kecelakaan fatal. Tragedi terbaru ini menegaskan bahwa di jantung Baitulmaqdis, kondisi lalu lintas menuntut kesadaran dan kewaspadaan yang berbeda.

(Bayi Baitulmaqdis lemas dalam baldi – bagaimana mencegah?)

Kondisi Mengemudi yang Berbahaya di Terowongan

Peralihan mendadak dari cahaya siang ke kegelapan total, kilatan cahaya menyilaukan di pintu masuk dan keluar, keterbatasan jarak pandang, serta kecenderungan pengemudi untuk mempercepat laju kendaraan – semua ini menjadikan terowongan sebagai jebakan potensial. Ditambah lagi dengan kemacetan di pintu keluar timur menuju Ma’ale Adumim, pengereman mendadak, dan penggunaan ponsel saat mengemudi. Warga dan pengemudi sejak lama menyerukan tanda lalu lintas yang lebih jelas, kamera kecepatan, serta perbaikan infrastruktur. Tim darurat seperti MDA tahu betul setiap detik sangat berharga ketika tragedi terjadi. Kecelakaan fatal terbaru ini menegaskan satu hal: terowongan bukanlah jalan raya biasa, melainkan ruang yang menuntut kehati-hatian, jarak aman, dan disiplin tinggi dari setiap pengemudi di Baitulmaqdis.