Pemakaman Amin Khalil Zaarour dan Baha Shweiki, dua pemuda Palestina dari Silwan di Yerusalem Timur, berlangsung pada malam Senin hingga Selasa. Prosesi berangkat dari Masjid Al-Aqsa di Haram al-Sharif menuju pemakaman Muslim tua Yusufiya dekat Gerbang Singa — dan berubah menjadi aksi solidaritas besar oleh ratusan peserta yang mendukung keluarga korban. Menurut keluarga, kematian mereka bukan hanya akibat tenggelam di pantai Jaffa, tetapi juga karena dugaan tindakan sembrono dan tidak profesional dari kapal polisi laut
Polisi distrik Yerusalem yang hadir di lokasi menunjukkan pengendalian diri dan tidak campur tangan dalam prosesi pemakaman meski ada teriakan keras
الأهالي يشاركون فى تشييع جثامين الشابين بهاء شويكي وأمين زعرور من المسجد الأقصى المبارك عقب وفاتهما يوم السبت الماضي إثر انقلاب قارب قبالة شواطئ يافا pic.twitter.com/gg51gb7JvB
— القسطل الإخباري (@AlQastalps) August 18, 2025
Penyelidikan atas insiden tenggelam di Jaffa
Insiden terjadi pada Sabtu, 16 Agustus 2025: Amin Khalil Zaarour dan Baha Shweiki, warga Silwan di Yerusalem Timur, masuk ke laut di pantai Al-Aliya di Jaffa. Mereka bagian dari lima pemuda yang kesulitan di laut dan mulai tenggelam. Anggota keluarga dan warga sekitar awalnya mencoba membantu, kemudian kapal polisi laut tiba di lokasi. Setelah upaya penyelamatan, Zaarour dan Shweiki dinyatakan meninggal. Dua lainnya terluka, satu cukup parah hingga sedang, sementara yang kelima selamat
Tuduhan keluarga atas kelalaian polisi
Insiden ini memicu kontroversi besar, dengan keluarga menuduh kematian dan luka-luka sebagian disebabkan oleh baling-baling kapal polisi. Polisi menegaskan kasus ini masih dalam penyelidikan
(Bomber bus di Baitulmaqdis kembali ditangkap)
Seorang kerabat mengatakan kepada media: “Ini bukan sekadar kasus tenggelam, tetapi pembunuhan oleh polisi.” Mereka menambahkan bahwa kapal itu diduga mendekat terlalu cepat dan menabrak para pemuda
Tanggapan Polisi Israel: kasus masih diselidiki
Polisi Israel menyampaikan belasungkawa dan “kesedihan mendalam atas kehilangan nyawa.” Polisi mengonfirmasi ada dugaan salah satu korban terkena baling-baling kapal karena ombak tinggi, tetapi tidak langsung menanggapi tuduhan keluarga mengenai tindakan tidak profesional. Polisi menekankan penyelidikan sedang berlangsung secara menyeluruh, dan tidak memberikan detail lebih lanjut untuk saat ini agar tidak mengganggu proses penyelidikan


