Sebuah video TikTok menyingkap bahaya nyata di jalan raya: seorang pemuda 21 tahun dari Beit Hanina merekam dirinya melaju hingga 218 km/j di dekat Baitulmaqdis. Apa yang tampak sebagai kebanggaan di media sosial segera berubah menjadi bukti yang menyeretnya ke penangkapan dan keputusan pengadilan yang mengejutkan.
Video TikTok memicu perhatian publik
Rekaman yang diunggah beberapa hari lalu menunjukkan pengemudi muda memacu kendaraan seolah-olah sedang berkompetisi demi pengikutnya. Namun, di balik tontonan itu ada ancaman serius bagi keselamatan publik. Video tersebut dengan cepat menyebar dan menarik perhatian unit lalu lintas pusat polisi Baitulmaqdis.
Penangkapan dekat Baitulmaqdis
Melalui penyelidikan, polisi berhasil mengidentifikasi sang pengemudi. Pagi ini ia ditemukan mengendarai mobil yang sama dengan pakaian yang sama seperti dalam video. Ia langsung dihentikan dan dibawa ke kantor polisi untuk diperiksa.
Putusan pengadilan yang mengejutkan
Meski polisi meminta agar ia tetap ditahan, pengadilan memutuskan membebaskannya dengan syarat tertentu. Polisi berencana mengajukan dakwaan resmi dan mempertimbangkan penyitaan mobil. Putusan ini memicu perdebatan tentang sejauh mana sistem hukum memberikan efek jera terhadap pelanggaran lalu lintas ekstrem.
(Bukan hummus – ketakutan di desa Arab dekat Baitulmaqdis)
Kecelakaan lalu lintas di Baitulmaqdis sebagai isu global
Polisi mengingatkan bahwa kasus ini bukan hiburan, melainkan cermin dari bahaya nyata. Kecepatan berlebihan menjadi penyebab utama kecelakaan fatal di Baitulmaqdis dan di seluruh dunia. Pertanyaannya, bagaimana masyarakat menyeimbangkan daya tarik media sosial dengan tanggung jawab menjaga nyawa?


