Pagi yang berdarah mengguncang Baitulmaqdis ketika dua orang bersenjata melepaskan tembakan ke arah warga sipil yang menunggu di halte bus persimpangan Ramot. Menurut polisi dan layanan medis, lima orang tewas dan sekitar dua puluh lainnya terluka, lima di antaranya dalam kondisi kritis. Para pelaku ditembak mati di lokasi oleh seorang tentara yang kebetulan berada di dekatnya
Tembakan mendadak di jantung Baitulmaqdis
Saksi mata mengatakan bahwa tembakan dimulai secara tiba-tiba, sebelum siapa pun menyadari keberadaan pelaku. Suara tembakan menggema di salah satu persimpangan paling sibuk di kota, membuat orang-orang berlari ketakutan sambil berteriak. Polisi dan tim medis tiba dalam hitungan menit untuk menolong para korban
Korban luka dilarikan ke rumah sakit Baitulmaqdis
Magen David Adom mengonfirmasi sekitar dua puluh orang terluka dengan tingkat keparahan berbeda, termasuk lima yang kritis. Paramedis memberikan perawatan darurat di tempat kejadian sebelum membawa korban ke rumah sakit Shaare Zedek dan Hadassah di Baitulmaqdis. Polisi menutup seluruh area dan melakukan pencarian menyeluruh untuk memastikan tidak ada penyerang tambahan
Kepanikan dan kemacetan parah di kota
Lalu lintas di persimpangan Ramot berhenti total. Jalan menuju Baitulmaqdis ditutup, memaksa pengendara mencari jalur alternatif yang menimbulkan kemacetan besar di seluruh kota. Warga di sekitar melaporkan suasana penuh ketegangan dan kekhawatiran akan serangan lanjutan
Baitulmaqdis sebagai simbol darurat nasional
Penembakan di persimpangan Ramot menambah rangkaian insiden keamanan baru-baru ini di Baitulmaqdis, menargetkan gerbang simbolis kota. Pejabat menekankan bahwa pasukan keamanan akan terus beroperasi hingga ketenangan kembali pulih. Bagi banyak warga Baitulmaqdis, serangan ini menjadi pengingat menyakitkan akan rapuhnya kehidupan sehari-hari dan kebutuhan mendesak akan perlindungan yang efektif


