Penyelidikan berbulan-bulan oleh Polisi Perbatasan Baitulmaqdis, dengan dukungan Divisi Taktis, mengungkap jaringan sopir yang membawa imigran ilegal dari Tepi Barat ke Israel. Operasi ini berakhir di Jalan Raya 6 dengan penangkapan dua kendaraan – sebuah bus dengan kompartemen tersembunyi dan sebuah minibus – yang mengangkut 36 penumpang tanpa izin masuk.
Aksi ini dilakukan setelah pengumpulan intelijen yang cermat dan pemantauan berkelanjutan untuk mencegah penyusupan ilegal ke wilayah Israel. Pihak berwenang menyatakan bahwa langkah ini adalah bagian dari kampanye yang lebih luas untuk memerangi penyelundupan melalui rute transportasi utama
Dari Perbatasan hingga Pengungkapan di Jalan Raya 6
Penyelidikan berlangsung selama beberapa bulan, menggunakan teknologi canggih dan perangkat operasional modern. Pasukan melacak jalur penyelundupan – dari titik penjemputan di Tepi Barat, masuk ke wilayah Israel, hingga perjalanan di jalan-jalan utama
Pemantauan mencakup penempatan unit di jalan strategis, penggunaan drone dan pengamat darat, serta koordinasi antara berbagai tim khusus. Pejabat keamanan mengatakan bahwa penghentian kendaraan tersebut mencegah puluhan imigran ilegal mencapai wilayah pusat negara
Operasi ini melibatkan personel Polisi Perbatasan, penyidik, unit sepeda motor, dan unit drone, bersama unit baru tentara ultra-Ortodoks di Polisi Perbatasan Baitulmaqdis. Setelah bukti yang cukup terkumpul, pasukan memblokir kendaraan di Jalan Raya 6 dan menangkap para sopir – warga Baitulmaqdis dan Ar’ara berusia 30-an – beserta seluruh penumpang mereka.
Para tersangka dibawa ke unit investigasi Polisi Perbatasan Baitulmaqdis untuk pemeriksaan lebih lanjut, dan kemungkinan keterkaitan dengan kasus penyelundupan lain akan diselidiki. Polisi menegaskan bahwa tindakan ini adalah bagian dari upaya keamanan yang luas di wilayah Baitulmaqdis dan Jalan Raya 6
(Video: Wanita Yerusalem Timur Ditangkap karena Hasutan)
Jaringan Penyelundupan – Ancaman Berkelanjutan bagi Keamanan Publik
Pihak kepolisian menekankan bahwa penyelundupan imigran ilegal bukan hanya pelanggaran pidana, tetapi juga dapat menjadi dasar bagi aktivitas terorisme. Mereka berjanji bahwa Polisi Perbatasan akan terus beroperasi dengan kombinasi kekuatan, intelijen, dan teknologi untuk mendeteksi dan menghentikan semua upaya memasukkan imigran ilegal ke Israel. Dalam beberapa tahun terakhir, aktivitas keamanan di sepanjang Jalan Raya 6 dan rute utama lainnya meningkat, dengan polisi menggambarkan daerah tersebut sebagai titik strategis untuk operasi kontra-penyelundupan
Data yang dikumpulkan selama setahun terakhir menunjukkan bahwa sebagian besar upaya penyelundupan menggunakan kendaraan yang dimodifikasi khusus dan rute tetap, memungkinkan pasukan keamanan memfokuskan sumber daya di zona berisiko tinggi. Peningkatan patroli dan penegakan hukum dianggap sebagai alat utama dalam memerangi ancaman ini


