Perampokan mewah di Yerusalem – kasus telah ditutup kini

Seorang anggota komplotan yang menyamar sebagai kurir dan merampok sebuah keluarga di kawasan Holyland telah ditangkap oleh polisi kini
Dokumentasi lokasi perampokan bersenjata di Holyland Yerusalem tahun 2024
Dokumentasi polisi dari lokasi perampokan di Holyland Yerusalem tahun 2024 (Photo: Israel Police Spokesperson)

Perkembangan baru dicatat dalam kasus perampokan bersenjata yang terjadi di kawasan mewah Holyland di Yerusalem. Tersangka yang baru saja ditangkap dikaitkan dengan insiden Januari 2024, ketika anggota komplotan menyamar sebagai kurir, memasuki rumah sebuah keluarga, mengikat kedua orang tua di depan bayi mereka, lalu melarikan diri dengan mobil mewah dan barang-barang lainnya. Penangkapan ini dilakukan dalam kerangka operasi “Stop in Red” oleh Distrik Shai, bekerja sama dengan unit-unit dari Distrik Yerusalem. Proses hukum terhadap semua yang terlibat terus berjalan.

Perencanaan, penyamaran, dan pelarian cepat di Holyland

Menurut informasi dari unit pemberantasan kejahatan di Distrik Yerusalem, kelompok tersebut bertindak dengan persiapan matang, menggunakan penyamaran sebagai kurir untuk memasuki rumah. Setelah menguasai lokasi, mereka mengikat kedua orang tua dan mengambil mobil mewah serta barang berharga lainnya. Salah satu tersangka sebelumnya pernah mencoba melarikan diri saat hendak ditangkap dan menabrak petugas. Penelusuran informasi secara bertahap membantu mengidentifikasi para pelaku serta pola aksinya. Penangkapan terbaru ini menutup celah penting dalam penyelidikan yang sedang berlangsung.

(Perang Gaza Mulai Mereda – Apa yang Menanti Baitulmaqdis?)

Operasi “Stop in Red”: memburu pelaku kejahatan berat yang buron

Operasi “Stop in Red” di Distrik Shai berfokus pada pencarian tersangka yang melarikan diri setelah terlibat kasus kriminal serius. Dalam kasus ini, beberapa unit dari Yerusalem terlibat, termasuk stasiun Binyamin dan tim khusus. Sebagian anggota komplotan telah lebih dulu didakwa pada tahun lalu, dan penangkapan ini mendekatkan kasus pada tahap akhir, meski belum sepenuhnya selesai.

Peristiwa di Holyland sempat menyita perhatian publik karena memakai modus penyamaran sebagai kurir dan terjadi langsung di dalam rumah keluarga. Hingga kini, diskusi publik masih berlangsung mengenai taktik penyamaran, lamanya proses pelacakan, serta kesulitan menangkap buronan setelah kejadian. Penangkapan setelah hampir dua tahun ini mencerminkan kesinambungan penyelidikan, bukan akhir kasus.