Kadang-kadang perjalanan taksi di Jerusalem dimulai dengan rutinitas biasa – penumpang lain, jalan yang sudah dikenal. Namun di dalam ruang sempit kendaraan, satu kata dengan nada yang salah, kesalahpahaman kecil, atau kemarahan yang terpendam bisa memicu ketegangan seketika. Perselisihan antara sopir dan penumpang bukanlah hal baru, tetapi akhir pekan lalu di Neve Yaakov, situasinya berubah menjadi adegan menakutkan. Perjalanan yang seharusnya biasa saja berakhir dengan luka, rumah sakit, dan penangkapan polisi.
Pada akhir pekan, sebuah insiden kekerasan terjadi di sebuah taksi di distrik Neve Yaakov, Jerusalem. Pertengkaran antara sopir dan penumpang dengan cepat meningkat, membuat keduanya terluka dan membutuhkan perawatan medis. Tersangka, seorang pria berusia 37 tahun dari Jerusalem utara, ditangkap oleh polisi pos Shafat dan dibawa ke pengadilan, yang memperpanjang penahanannya untuk penyelidikan lebih lanjut.
Penyerangan sopir taksi di Jerusalem
Menurut dugaan, penumpang dan sopir awalnya hanya terlibat dalam pertengkaran verbal yang segera memburuk. Pada suatu saat penumpang diduga memukul sopir, memecahkan kaca spion, dan merusak pintu mobil. Kekerasan semakin meningkat ketika tersangka mengejar sopir sambil membawa botol pecah dan mengancamnya. Insiden itu berakhir hanya setelah polisi tiba di lokasi, melumpuhkannya, dan menangkapnya.
(Mengemudi di Terowongan Ini? Bahaya di Baitulmaqdis)
Polisi: kami terus melawan pelanggar kekerasan
Polisi menyatakan bahwa sopir dan tersangka sama-sama terluka dalam penyerangan itu dan membutuhkan perawatan di rumah sakit. Setelah itu tersangka dibawa untuk diinterogasi. Kepolisian Distrik Jerusalem menegaskan bahwa “kami terus bertindak melawan kekerasan di jalan dan terhadap pelanggar kekerasan, terutama mereka yang menyerang sopir yang memberikan layanan penting bagi masyarakat.”
Kasus di Neve Yaakov menambah daftar insiden di mana pertengkaran di jalan berujung pada kekerasan parah. Pemerintah kota Jerusalem dan polisi menyerukan kepada sopir dan penumpang untuk tetap tenang dan segera menghubungi aparat penegak hukum jika terjadi konflik atau bahaya.


