Di antara Baitulmaqdis dan Nablus terbentang poros pendek namun penuh ketegangan keamanan. Minggu ini, berdasarkan informasi intelijen Shin Bet dan dukungan tentara, pasukan penyamaran Polisi Perbatasan melakukan operasi khusus di kamp pengungsi Askar, Nablus. Seorang militan buronan berhasil ditangkap pada siang hari di tengah wilayah bermusuhan, dan pasukan keluar tanpa korban.
Penangkapan di Nablus – arahan Shin Bet
Pasukan penyamaran memasuki Nablus dengan kendaraan dan berjalan kaki, berbaur dengan lingkungan. Setelah arahan tepat dari Shin Bet, mereka segera menemukan tersangka dan menahannya. Ia kemudian dipindahkan ke tahanan untuk penyelidikan lebih lanjut, sementara pasukan meninggalkan lokasi dengan selamat.
Poros Baitulmaqdis-Nablus – kedekatan geografis dan permusuhan
Jarak antara Baitulmaqdis dan Nablus kurang dari satu jam perjalanan. Kedekatan ini membuat ancaman terus-menerus: setiap jaringan militan di Nablus dapat dengan cepat mengancam Baitulmaqdis. Karena itu, menjaga keamanan poros Baitulmaqdis-Nablus dianggap tugas strategis utama. Operasi minggu ini menunjukkan tingkat kewaspadaan yang diperlukan untuk melindungi ibu kota.
Pemberantasan terorisme di Baitulmaqdis dan Nablus
Pejabat keamanan menekankan bahwa operasi semacam ini bukan kejadian tunggal. Pasukan penyamaran Polisi Perbatasan, bersama tentara dan Shin Bet, akan terus bertindak untuk membongkar jaringan teroris dan menjamin keselamatan warga Baitulmaqdis dan Israel.
Dimensi kemanusiaan
Selain aspek militer, kedekatan Baitulmaqdis dan Nablus mencerminkan realitas yang lebih luas – kedekatan geografis yang dibarengi dengan permusuhan berkelanjutan. Bagi banyak orang, jalan pendek ini bukan hanya poros fisik melainkan juga cermin hubungan kompleks antar masyarakat, serta harapan bahwa suatu hari akan menjadi jalur perdamaian, bukan konflik.


