Razia polisi hentikan aliran dana kriminal di Baitulmaqdis

Siasatan mengungkap jaringan pencucian uang kripto senilai 30 juta dolar yang menopang kejahatan terorganisir di Baitulmaqdis
Razia polisi bongkar pencucian uang kripto $30 juta, menutup aliran dana bagi kejahatan di Baitulmaqdis
Pasukan Lahav 433 dan Otoritas Pajak dalam penggerebekan terhadap tersangka pencucian uang kripto – penutupan keran finansial untuk kejahatan terorganisir, termasuk Baitulmaqdis (Photo: Israel Police Spokesperson)

Selama berbulan-bulan, penyidik dari Lahav 433 dan Unit Berlian Otoritas Pajak melacak jaringan canggih yang diduga menyediakan layanan keuangan ilegal bagi kelompok kejahatan terorganisir. Di balik angka kering – sekitar 30 juta dolar dicuci melalui kripto – tersembunyi mekanisme penting yang memberi “oksigen” ekonomi bagi dunia kriminal. Minggu ini, penyelidikan rahasia berubah menjadi terbuka: polisi dan pasukan keamanan menggerebek rumah tujuh tersangka, tiga di antaranya diidentifikasi sebagai operator utama. Dari saat itu, keran keuangan mulai ditutup

Baitulmaqdis sebagai pusat kejahatan ekonomi

Untuk memahami dampaknya, Baitulmaqdis harus dilihat bukan hanya sebagai ibu kota, tetapi sebagai ruang tempat arus kejahatan nasional dan lintas batas bertemu. Pola pencucian uang yang terungkap bukanlah sesuatu yang terpisah dari kota – sebaliknya, ia membentuk ekosistem kriminal di dalamnya. Dengan memblokir jalur uang haram, pihak berwenang juga memperkuat keamanan sipil di Baitulmaqdis. Ini menunjukkan pelajaran penting: memutus saluran di satu wilayah akan mengguncang pusat kota

Pencucian uang kripto – wajah ekonomi gelap

Pencucian uang melalui kripto telah menjadi salah satu alat utama kejahatan global. Ia menciptakan “ekonomi gelap” yang berjalan paralel dengan sistem sah. Kasus ini memperlihatkan bagaimana kelompok kriminal di Israel memanfaatkan mata uang digital untuk menyamarkan asal dana mereka. Bagi para kriminolog, ini adalah contoh klasik: inovasi finansial yang berubah menjadi instrumen dunia kriminal. Menutup jalur ini bukan sekadar kemenangan taktis – tetapi juga sinyal bahwa negara mampu berperang di ranah digital

(Pekerja Yerusalem Timur di pabrik es krim meludah)

Lahav 433 dan Otoritas Pajak – operasi bersama

Penggerebekan pada dini hari memperlihatkan model di mana badan penegak hukum bertindak sebagai satu kesatuan. Lahav 433, Unit Berlian, dan Polisi Perbatasan bersatu untuk mengirim pesan simbolis sekaligus praktis: negara bisa menutup keran finansial dengan tekad yang sama saat mereka mendobrak pintu. Bagi sindikat kejahatan, pesan ini jelas – ekonomi itu sendiri telah menjadi medan perang. Dengan koordinasi antarlembaga, efek jera semakin kuat, dan para pelaku tahu tidak ada sistem bayangan yang aman

Kejahatan di Baitulmaqdis – dari uang kotor ke jalanan

Baitulmaqdis, dengan titik-titik gesekan permanennya, menjadi tanah subur bagi masuknya uang haram. Dana yang mengalir melalui jaringan pencucian dipakai untuk membiayai geng yang mengaburkan garis antara pinggiran dan pusat. Memutus sumber dana ini adalah pukulan ekonomi sekaligus budaya – sinyal bagi penduduk kota bahwa uang hitam tidak lagi merembes ke ruang publik. Bagi para ahli kriminologi, langkah ini menciptakan “efek pendinginan”: ketika keran mengering, kelompok kriminal kehilangan kemampuan merekrut, membayar, dan memberlakukan tatanan alternatif