Polisi Distrik Baitulmaqdis telah menyelesaikan persiapan keamanan besar-besaran menjelang perayaan Rahel di makam Rahel, yang diperkirakan akan dihadiri ribuan peziarah. Persiapan ini dilakukan setelah serangan mematikan yang berhasil digagalkan, menyusul penangkapan seorang warga Bethlehem – yang sebelumnya dibebaskan dalam kesepakatan sandera – dan diduga berencana melakukan serangan selama acara keagamaan tersebut.
Keamanan dan lalu lintas di Baitulmaqdis
Ratusan petugas polisi, pasukan perbatasan, dan petugas keamanan akan dikerahkan di sekitar makam Rahel dan jalan-jalan menuju lokasi untuk menjaga keselamatan publik, mencegah gangguan, dan mengatur lalu lintas. Area parkir telah disiapkan di Stadion Teddy, dan dari sana bus antar-jemput akan mengangkut pengunjung ke lokasi.
Perayaan akan berlangsung dari Sabtu malam hingga Minggu malam. Selama waktu ini, akses pejalan kaki akan dibatasi di sepanjang rute utama antara Simpang Rosmarin dan makam Rahel, serta parkir ilegal akan diawasi ketat. Polisi meminta masyarakat menggunakan transportasi umum dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Penangkapan yang meningkatkan kewaspadaan
Dalam operasi gabungan antara Unit Pemberantasan Kejahatan Distrik Yudea (YALP) dan Pasukan Polisi Perbatasan Yudea, tersangka ditangkap karena diduga kembali membuat bahan peledak setelah dibebaskan dalam kesepakatan sandera. Menurut sumber keamanan, ia berencana melakukan beberapa serangan, termasuk selama perayaan di makam Rahel.
Selama penggerebekan di rumahnya di Bethlehem, polisi menemukan peralatan dan bahan untuk membuat bahan peledak, dan tersangka dibawa untuk diselidiki lebih lanjut.
Polisi Baitulmaqdis: tanpa toleransi terhadap teror
Polisi Distrik Baitulmaqdis menyatakan: “Polisi Israel akan terus bertindak tegas dan tanpa toleransi terhadap upaya apa pun yang membahayakan nyawa manusia atau keselamatan publik, sambil memastikan para peziarah dapat mencapai makam Rahel dengan aman dan nyaman.”


