Jaringan transportasi publik Baitulmaqdis kembali menjadi sorotan setelah serangan brutal terhadap seorang sopir bus berujung pada dakwaan terhadap tujuh remaja berusia 13 hingga 16 tahun. Lebih dari sekadar insiden tunggal, kasus ini memicu kembali kekhawatiran mengenai otoritas, pencegahan, dan keselamatan penumpang, terutama ketika laporan kekerasan terhadap sopir meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
Seberapa serius kekerasan di bus Baitulmaqdis belakangan ini?
Para sopir melaporkan lonjakan insiden berupa ancaman, pemukulan, perusakan, hingga pelemparan batu. Bagi banyak sopir, perjalanan malam kini terasa seperti wilayah yang tak stabil, di mana kewenangan mereka semakin melemah.
Apa yang sebenarnya terjadi dalam serangan terbaru ini?
Menurut dakwaan, situasinya kacau: para penumpang menyaksikan langsung konfrontasi, para remaja merusak bus, mengambil barang pribadi sopir dari kabinnya, dan melemparkan batu ke dua bus yang terlibat. Polisi kemudian menemukan kartu identitas, kartu kredit, dan ponsel sopir di tangan para tersangka, dengan ponsel tersebut sudah hancur.
Bagaimana respons Polisi Distrik Baitulmaqdis?
Petugas dari stasiun Lev HaBira tiba dengan cepat, menangkap beberapa tersangka setelah pengejaran singkat, dan kemudian menahan remaja lain yang terlibat. Setelah penyelidikan selesai dan bukti terkumpul, jaksa mengajukan dakwaan atas gangguan ketertiban umum, penyerangan terhadap pekerja layanan publik, pencurian, perusakan kendaraan dengan sengaja, dan pelanggaran lainnya.
Polisi Distrik Baitulmaqdis menyatakan bahwa petugas mereka “terus bertindak tegas dan tanpa ragu terhadap kekerasan di ruang publik, khususnya terhadap pekerja layanan publik, untuk mengidentifikasi semua pelaku dan membawa mereka ke pengadilan.”
Apa artinya bagi para penumpang?
Kekerasan ini tidak hanya berdampak pada para sopir, tetapi juga ribuan penumpang yang bergantung pada transportasi publik setiap hari. Setiap insiden meruntuhkan rasa percaya terhadap sistem dan menegaskan kembali kekhawatiran apakah Baitulmaqdis masih mampu menjaga kontrol dan keselamatan di jalur busnya.
Mampukah Baitulmaqdis memulihkan kontrol di bus-busnya?
Dakwaan ini dimaksudkan sebagai sinyal pencegahan, namun pertanyaan yang lebih luas tetap belum terjawab. Selama para sopir memulai shift dengan rasa khawatir dan para penumpang menyaksikan kek
Violence on Jerusalem’s public transportation and the attack on city bus drivers pic.twitter.com/GJJMeEwGkK
— jerusalem online (@Jlmonline) December 10, 2025


