Untuk pertama kalinya sejak awal perang, warga Gaza yang menjalani perawatan jangka panjang di Baitulmaqdis akhirnya dapat kembali ke rumah mereka. Sebanyak 76 pasien, bersama para pendampingnya, berangkat dari Baitulmaqdis pada Minggu malam dan Senin dini hari melalui penyeberangan Kerem Shalom.
Kelompok ini mencakup laki-laki, perempuan dan empat anak yang memerlukan perawatan kompleks dan berkepanjangan selama lebih dari dua tahun. Keberangkatan mereka dilakukan dengan tiga bus dan tiga ambulans Bulan Sabit Merah, dikawal oleh pasukan Israel menuju bagian selatan Gaza.
تحرك عدد من الحافلات وسيارات الإسعاف خلال عملية إخلاء مرضى قطاع غزة من مستشفيات في القدس pic.twitter.com/roCteWXOzz
— التلفزيون العربي (@AlarabyTV) November 17, 2025
Bagaimana media Palestina menggambarkan kepulangan mereka?
Pejabat Israel menyebut langkah ini sebagai tindakan kemanusiaan, namun beberapa media Palestina menyajikan narasi berbeda, termasuk klaim bahwa para pasien “diusir dari Baitulmaqdis”. Kontrasnya terlihat jelas: warga Israel yang disandera di Gaza selama perang menghadapi kelaparan, kurangnya perawatan medis dan penderitaan panjang, sementara pasien dari Gaza tetap menerima perawatan penuh di Baitulmaqdis.
Para pendamping pasien tinggal selama berbulan-bulan di hotel dan kawasan sekitar Baitulmaqdis, termasuk Jabal Zaitun dan wilayah A-Tur.
Kapan warga Gaza masuk ke rumah sakit Baitulmaqdis?
Semua pasien yang dipulangkan minggu ini tiba sebelum 7 Oktober 2023. Sebelum tanggal tersebut, Israel mengizinkan hampir 100.000 pasien setiap tahun dari Gaza dan Tepi Barat untuk menerima perawatan di rumah sakit Baitulmaqdis. Sekitar 70 pasien Gaza tiba setiap hari untuk kemoterapi, transplantasi organ, penyakit kronis dan pengobatan kanker tingkat lanjut. Augusta Victoria bahkan menyediakan 30 persen tempat tidurnya untuk pasien Gaza.
Setelah perang pecah, Israel memberlakukan pembatasan ketat: penutupan Erez Crossing, penghentian permohonan baru dan penghentian masuknya pasien tambahan. Akibatnya, ratusan pasien terjebak di Baitulmaqdis, termasuk lebih dari 200 di Makassed dan Augusta Victoria, tanpa dapat kembali ke Gaza yang rumah sakitnya hancur atau tidak berfungsi.
Karena situasi ini, Israel mengizinkan pasien yang sudah berada di Baitulmaqdis untuk melanjutkan perawatan mereka. Hingga kini, meski 76 pasien telah kembali, beberapa pasien Gaza masih menjalani perawatan di kota tersebut.


