Di Baitulmaqdis, kota yang mempertemukan tradisi kuno dan kehidupan modern, pemerintah kembali bersiap menghadapi tantangan liburan Sukkot. Tahun ini, dewan kota meluncurkan peraturan khusus untuk memastikan ketertiban, keselamatan, dan keterbukaan ruang publik.
Peraturan resmi kota untuk pembangunan sukkah
Dalam kerangka baru ini, seorang koordinator khusus ditunjuk untuk menerima permintaan dari organisasi, bisnis, dan warga yang ingin mendirikan sukkah di ruang publik. Petugas kota akan memberikan panduan dan memastikan bahwa setiap sukkah memenuhi standar keselamatan, sehingga perayaan tidak menjadi ancaman bagi peserta maupun pejalan kaki.
Sukkot 2025 di Baitulmaqdis: persiapan kota
Menjelang Sukkot 2025 di Baitulmaqdis, pemerintah kota menekankan pentingnya menyeimbangkan tradisi keagamaan dengan keselamatan perkotaan. Selain memberikan arahan, tim tugas khusus akan menegakkan peraturan secara langsung dan membongkar struktur yang berbahaya. Inisiatif ini bertujuan menciptakan suasana perayaan yang meriah namun tetap bertanggung jawab, sekaligus menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana komunitas akan merespons pengawasan yang lebih ketat.
Tim tugas kota untuk penegakan sukkah
Pemerintah kota mengumumkan bahwa tim tugas khusus akan menegakkan aturan selama liburan. Para pejabat menegaskan bahwa tujuannya bukan hanya mencegah kecelakaan, tetapi juga menyampaikan pesan jelas: tradisi harus berlangsung dalam kerangka keselamatan publik.
(Delima di Mahane Yehuda: Berkah Baitulmaqdis)
Baitulmaqdis sebagai model global
Peraturan ini dirumuskan bersama penasihat hukum kota, insinyur kota, dan wakil CEO bidang operasional, dengan dukungan penuh dari departemen penegakan hukum dan perizinan. Dewan kota juga telah menerbitkan panduan resmi pembangunan sukkah di situs webnya. Lebih dari sekadar isu lokal, Baitulmaqdis menempatkan dirinya sebagai contoh global: bagaimana sebuah kota suci dapat mengelola liburan keagamaan di ruang publik bersama tanpa mengorbankan keselamatan atau identitas.


